Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

------------------------------------- Homepage Sakinah --------------------------------------


Pelajaran Aqidah

MAKNA AQIDAH DAN URGENSINYA SEBAGAI LANDASAN AGAMA

Aqidah secara Etimologi
aqidah berasal dari kata 'aqad yang berarti pengikatan. "saya beri'tiqad begini"
Maksudnya saya mengikat hati terhadap hal tersebut. aqidah adalah apa yang diyakini
oleh seseorang. Jika dikatakan, "Dia mempunyai aqidah yang benar,"berarti aqidahnya bebas dari keraguan.
Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayan hati dan pembenaran kepad sesuatu.

Aqidah secara syara'
Yaitu iman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya dan kepad hri akhir serta
kepada qodar yang baik maupun yang buruk. hal ini di sebut rukun Iman.
Syareat terbagi menjadi dua; i'tiqoidiyah dan amaliyah.
I'tiqodiyah adalah hal-hal yang tidak berhubungan dengan tata cara amal. seperti
i'tiqad (kepercayaan ) terhadap rububiyah Allah dan kewajibah beribadah kepadanNya, juga i'tiqad terhdap rukun-
rukun iman yang lain. hal ini di sebut Ashliyah (pokok agama).
sedangkan amaliyah adalah segala apa yang berhubungan dengan tata cara amal
Seperti shalat, zakat, puasa dan seluruh hukum-hukum amaliyah. Bagian ini disebut
far'iyah (cabang agama), karena dia dibangun diatas i'tiqadiyah. Benar dan rusaknya amaliyah
tergantung dari benar dan rusaknya i;tiqadiyah.
Maka aqidah yang benar adalah fundamen bagi bangunan agama serta merupakan syarat
sahnya amal. sebagaimana firman Allah:
Al-Kahfi 110
Katakanlah:"Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku:"Bahwa sesungguhnya Ilah kamu itu adalah Ilah Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabb-nya". (QS. 18:110)

Az-Zumar 65
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu:"Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (QS. 39:65)

Az-Zumar 2-3
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (al-Qur'an) dengan (membawa) kebenaran.Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya. (QS. 39:2)
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata):"Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya".Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya.Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. (QS. 39:3)

Ayat-ayat diatas dan yang senada, yang jumlahnya banyak, menunjukkan bahw segala amal tidak diterima jika
tidak bersih dari syirik. Karena itulah perhatian nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang pertama
kali adalah pelurusan aqidah. Dan hal pertama yang didakwahkan para rasul kepada umatnya
adalah menyembah Allah dan meninggalkan segala yang dituhankan selain Dia. sebagai
mana firman Allah :
An-Nahl 36
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan):"Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya.Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. 16:36)

Dan setiap rasul selalu mengucapkan pada awal dakwahnya:
al-A'raf 59,65,73,85
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata:"Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Ilah bagimu selain-Nya". Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat). (QS. 7:59)
Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum 'Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata:"Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa kepada-Nya?". (QS. 7:65)
Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. Ia berkata:"Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Rabbmu. Unta betina Allah ini menjadi menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih". (QS. 7:73)
Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata:"Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Rabbmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman". (QS. 7:85)

Pernyataan tersebut di ucapkan oleh Nabi Nuh, Hud, Shalih, Syu'aib dan seluruh rasul
'alaihimus salam.
Selama 13 tahun di Makkah -sesudah bi'sah- Nabi shallalahu 'alaihi wa sallam mengjak
manusia kepada tauhid dan pelurusan aqidah, karena hal itu merupakan landasan bangunan
islam. Para da'i dan para pelurus agama dalam setiap masa telah mengikuti jejak para
rasul dalam berdakwah. sehingga mereka memulai dengan dakwah kepada tauhid dan pelurussan
aqidah, setelah itu mereka mengajak kepada seluruh perintah agama yang lain.

SUMBER-SUMBER AQIDAH YANG BENAR DAN MANHAJ SALAF DALAM MENGAMBIL AQIDAH

Aqidah adalah taufiqiyah. Artinya, tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil
syr'i, tidak ada medan ijtihad dan berpendapat di dalamnya. Karena itulah sumber-
sumbernya terbatas kepada apa yang ada didalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Sebab tidak
seorangpun yang lebih mengetahui tentang Allah, tentang apa-apa yang wajib bagiNya
dan apa yang harus disucikan dariNya melainkan Allah sendiri. Dan tidak seorangpun
sesudah Allah yang lebih mengetahui tentang Allah selain Rasulullah shallallahu 'alaihi
wa sallam. Oleh karena itu manhaj salafu shalih dan para pengikutnya dalam mengambil
aqidah terbatas pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Maka segala apa yang ditunjukkan oleh Al-Quran dan As-Sunnah tentang hak Allah
mereka mengimaninya, menyakininya dan mengamalkannya, Sedangkan apa yang tidak
ditunjukkan oleh al-Qur'an dan As-Sunnah mereka menolak dan menafikannya dari Allah.
Karena itu tidak ad pertentangan diantara mereka didalam i'tiqad. Bahkan aqidah mereka
adalah satu dnjamaah mereka juga satu. Karena Allah sudah menjamin orang yang berpegang
teguh dengan Al-Qur'an dan Sunnah RAsulNya dengan kesatuan kata, kebenaran aqidah dan
kesatuan manhaj. Allah berfirman:

Ali Imran 103
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. 3:103)

Thaha 123
Allah berfirman:"Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh sebahagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan seat dan ia tidak akan celaka. (QS. 20:123)

Karena itulah mereka dinamakan firqah najiyah (golongan yang selamat). Sebab RAsulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersaksi bahwa merekalah yang selamat, ketika memberi
tahukan bahwa umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan yang kesemuanya di neraka,
kecuali satu golongan. ketika ditanya tentan yang satu itu, beliau menjawab:
"Mereka adalah orang yang berada di atas ajaran yang sama dengan ajaranku pada hari
ini, dan para sahabatku"(HR.Ahmad).
Kebenaran sabda baginda rasul shallallahu 'alihi wa sallam tersebut elah terbukti
ketika sebagain manusia membangun aqidahnya di atas landasan selain Kitab dan Sunnah,
yaitu di atas landasan ilmu kalam dan kaidah-kaidah manthiq (logika) yang di warisi
dari filsafat Yunani dan Romawi. Maka terjadilah penyimpangan dan perpecahan dalam aqidah
yang mengakibatkan pecahnya umat dan retaknya masyarakat Islam.


PENYIMPANGAN AQIDAH DAN CARA-CARA PENANGGULANGANNYA

Penyimpangan dari aqidah yang benaradalah kehancuran dan kesesatan. karena aqidah yang
benar merupakan motivator utama bagi amal yang beranfaat.
Tanpa aqidah yang benar seseoran akan menjadi mangsa bagi persangkaan dan keragu-
raguan yang lama-kelamaan mungkin menumpuk dan menghalangi dari pandangan yang
benar terhadap jalan hidup kebahagiaan, sehingga hidupnya terasa sempit lalu ia ingin
terbebas dari kesempitan tersebut dengan menyudahi hidup, sekalipun dengan bunuh diri
sebagimana terjadi pada banyak orang uang telah kehilangan hidayah aqidah yang benar.
Masyarakat yang tidak dipimpin oleh aqidah yang benar merupakan mayarakat bahimi
(hewani), tidak memiliki prinsip-prinsip hidup bahagia, sekalipun mereka bergelimang
materi tetapi terkadang justru sering menyeret mereka pada kehancuran, sebagaimana yang
kita lihat pada masyarakat jahiliyah. Karena sesungguhnya kekayaan materi memerlukan
taujih (pengarahan) dalam penggunaannya, dan tidak ada pemberi arahan yang benar kecuali
aqidah shahihah.
Allah Ta'ala berfirman:

Al-Mu'minun 51
Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 23:51)


Saba' 10-11

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami.(Kami berfirman):"Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (QS. 34:10)

(yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh.Sesungguhnya Aku melihat apa yang Kamu kerjakan. (QS. 34:11)





-------------------------------------- - Homepage Sakinah ------------------------------------------